INOVASI LASKAR JENTIK

INOVASI LASKAR JENTIK



 

Penyakit Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Hal ini disebabkan penyakit tersebut penyebaranya sangat cepat dan sering menimbulkan wabah luar biasa, sehingga menyebabkan banyak kesakitan sampai pada kematian.

Permasalahan ini sering muncul dan berulang bersamaan dengan datangnya musim hujan di negara kita, dan ditunjang kurangnya kesadaran akan kebersihan lingkungan dari masyarakat setempat. Kondisi lingkungan sehat merupakan faktor penting atau utama dalam mewujudkan kondisi manusia yang sehat. Penyebaran penyakit demam berdarah dengue sangat ditentukan oelh kondisi lingkungan yang ada.

Demikian halnya di Kecamatn Sumberasih, DBD masih menjadi masalah kesehatan yang perlu penanganan tidak hanya dari sektor kesehatan tapi juga memerlukan keterlibatan banyak pihak dalam pencegahannnya. Pada tahun 2016 kasus DBD di Kecamatan sumberasih sangat tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dengan kematian 4 kasus, demikian halnya dengan desa Jangur. Dengan meningkatnya kasus Demam Berdarah tahun 2016 (20 kasus) maka desa siaga memberikan masukan inisiatif berupa terbentuknya “Laskar Jentik” di SDN Jangur.

Laskar jentik adalah memberdayakan semua siswa kelas 1 sampai kelas 6 (146 siswa) untuk menjadi pemantau jentik di rumah masing masing dan memotivasi orang tua untuk melakukan PSN di lingkungan rumah. 

Latar belakang dibentuknya Laskar Jentik  selain meledaknya angka DBD, anak-anak dalam memantau jentik lebih lebih jujur dibanding dengan  orang dewasa.Orang tua akan lebih termotivasi dan tergugah hatinya  jika anaknya sendiri yang memberikan informasi dalam melakukan kegiatan PSN. 

Teknis pelaksanaan Laskar Jentik adalah Laskar jentik akan memmeriksa jentik setiap hari kamis dan dicatat di form pemantauan jentik yang dibagikan di setiap siswa. Pada hari jumat pengurus desa siaga akan mengambil hasil pemantaun jentik dari siswa dan membuat laporan hasil pemantauan jentik jika ditemukan jentik positif di laporan siswa maka kader akan memberikan abate kepada siswa dan meminta siswa untuk memotivasi orangtua untuk melakukan PSN. Pada hari senin kader akan mengenbalikan kembali hasil laporan jentik kepada siswa untuk dilakukan pemantauan kembali seperti yang telah dilakukan sebelumnya.

Posting Komentar

0 Komentar